Rachmat Gobel pun meminta kepada Bupati dan pejabat terkait untuk memperhatikan aspirasi para petani tersebut. “Bangun ekosistemnya, khususnya dengan membentuk koperasi petani. Mereka harus bersatu agar memudahkan distribusi bibit, distribusi pupuk, maupun penjualan hasil panennya,” katanya.
Pada kesempatan itu, hadir juga Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang berada di bawah Kementerian Keuangan.
“Instansi ini akan menyediakan dananya. Nanti bibit bisa disediakan Kementerian Pertanian. Mari kita berkoordinasi dengan semua yang terkait, termasuk Bapak Bupati. Bapak Presiden Jokowi memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sektor pertanian ini,” harapnya.
Lebih lanjut Rachmat Gobel mengatakan, kelapa sawit adalah produk andalan dan unggulan Indonesia. “Selain untuk minyak goreng, juga bisa untuk biodiesel maupun untuk produk pangan dan kosmetik,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Rachmat Gobel juga menyalurkan bantuan 18 traktor roda empat, 18 traktor roda dua, 8 kultivator, dan 50 hand sprayer. Bantuan alat-alat pertanian itu berasal dari Kementerian Pertanian yang merupakan bagian dari hasil perjuangan Rachmat Gobel sebagai anggota DPR-RI. Dalam penyerahan bantuan itu, hadir Erna Riyanti Wardhani dari Kementerian Pertanian. Erna bahkan mendemonstrasikan kemahirannya mengendarai traktor roda empat tersebut.
“Tolong dirawat dengan baik alat-alat ini. Tadi Ibu Erna menyampaikan harganya mahal dan semua gratis tanpa dipungut apapun. Semuanya bantuan untuk petani dari Pemerintahan Bapak Jokowi. Ini bukan untuk pribadi Ketua Kelompok Tani. Ini untuk para petani. Sebaiknya dikelola oleh koperasi, lalu koperasi menyediakan bengkelnya agar mesinnya bisa awet,” tutup Mantan Menteri Perdagangan tersebut.







