Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Sofyan–Tonny Genjot Paras ST 2026, 19 Kecamatan Disasar untuk Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli

Definitif.id, Kabupaten Gorontalo – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonny Junus resmi menggulirkan program Pasar Murah Bersubsidi (Paras ST) 2026 sebagai strategi pengendalian harga bahan pokok di Kabupaten Gorontalo. Program ini dirancang menjangkau 19 kecamatan, sebagai bentuk konkret komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Pada Kamis (26/02/2026), pelaksanaan Paras ST telah memasuki titik keenam dengan lokasi di Kecamatan Tilango dan Kecamatan Asparaga. Ekspansi program ini menjadi langkah taktis Pemkab dalam merespons dinamika ekonomi sekaligus mengantisipasi lonjakan kebutuhan warga, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadhan.
Untuk memastikan distribusi merata, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyiapkan 1.000 paket sembako bersubsidi di setiap kecamatan. Skema ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam setiap paket, masyarakat dapat memperoleh komoditas utama seperti beras 5 kilogram seharga Rp25.000, minyak goreng, serta sejumlah kebutuhan pangan lainnya yang dijual di bawah harga pasar reguler. Kebijakan ini menjadi bentuk intervensi langsung terhadap fluktuasi harga yang kerap terjadi pada momen tertentu.
Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa Paras ST bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen nyata keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga. Ia menekankan, pada tahun pertama kepemimpinannya bersama Tonny Junus, dampak program harus benar-benar dirasakan hingga ke tingkat rumah tangga.
“Kegiatan ini dilakukan secara maraton di 19 titik kecamatan untuk memastikan pemerataan distribusi. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau,” ujar Bupati Sofyan.
Pemkab Gorontalo optimistis pelaksanaan pasar murah ini mampu menekan laju inflasi daerah sekaligus menjadi sarana pemantauan ketersediaan dan distribusi stok pangan di tingkat kecamatan selama Ramadhan. Evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk memastikan efektivitas program serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

Bagikan: