Lebih jauh lagi, infrastruktur ini digadang-gadang menjadi katalisator pertumbuhan sektor pertanian lokal. Bendungan tersebut akan mengoptimalkan jaringan irigasi eksisting seluas 4.100 hektare sekaligus membuka perluasan area irigasi baru seluas 750 hektare. Melalui jaminan pasokan air yang memadai, indeks masa tanam diyakini terdongkrak sehingga produktivitas hasil tani masyarakat berpotensi meningkat hingga dua kali lipat.
Tidak hanya berhenti pada fungsi hidrologis dan pertanian, Bendungan Bulango Ulu turut dirancang untuk memfasilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 5 megawatt sebagai wujud transisi pemanfaatan energi bersih yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres memberikan perhatian khusus agar seluruh sisa pekerjaan konstruksi dapat dikebut dan diselesaikan tepat waktu sesuai target, mengingat masifnya dampak positif yang bakal dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat atas perhatian konsisten terhadap proyek pembangunan strategis di daerah ini. Kehadiran bendungan ini diyakini akan menjadi momentum kebangkitan daerah dalam memperkokoh sektor pangan, memperluas cakupan air minum, serta meredam potensi bencana lingkungan.
Turut membersamai kunjungan Wakil Presiden tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Rachmad Gobel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta Bupati Bone Bolango Ismet Mile. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan mampu mengawal penyelesaian proyek agar lekas beroperasi dan memberi manfaat optimal bagi warga Gorontalo.








