“Kebetulan Omku yang punya bengkel di Desa Bontonyeleng, namanya bengkel Muliyadi, disitumi dikerja, dan Alhamdulillah banjir pesanan sekarang biar dari luar Desa,” ucapnya.
Hasdi mengaku, alat yang ia ciptakan bersama pamannya masih terbilang sangat sederhana dan ia berharap kedepannya bisa dikembangkan lagi, tutupnya.
Sementara itu, petani komiditas kacang tanah di Desa Bontonyeleng yang membeli alat itu mengaku sangat terbantu, selain menghemat biaya juga menghemat waktu.
“Terbantu sekaliki nda perlu maki lagi mencangkul tinggal ditarik selesaimi. Dulunya itu yang di kerja satu hari sekarang stengah hari mami, juga hemat biaya,” ujar salah seorang patani dengan dialek khas Makassarnya
Kepala Desa Bontonyeleng yang dikonfirmasi mengapresiasi hal tersebut. Menurut sang Kades, untuk menjadi petani yang sukses harus senantiasa kreatif dan pandai berinovasi.
“Kami sangat mengapresiasi, saat ini petani harus kreatif dan pandai berinovasi jangan hanya berpedoman pada cara bertani yang telah menjadi warisan turun menurun,” ujar Andi Mauragawali AS
Harapan yang sama juga di sampaikan Kades Bontonyeleng yang akrab di sapa Opu ini, kata dia alat tersebut masih sangat sederhana ia berharap kedepannya bisa di kembangkan lagi, kata Opu. (Wahyudi)








