Definitif.id Gorontalo – Jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditas pangan utama yang banyak dibudidayakan petani di Indonesia. Untuk meningkatkan hasil panen, para petani dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari serangan hama, gulma, hingga iklim yang tidak menentu.
Menjawab tantangan tersebut, Maxxi Agri hadir dengan beragam produk unggulan yang membantu petani mengoptimalkan budidaya jagung sejak masa tanam hingga panen. Perusahaan ini juga memberikan edukasi teknis dan pendampingan langsung di lapangan melalui tenaga profesional Field Assistant (FA) di berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo.
Faktor Penentu Produktivitas
Beragam faktor berpengaruh terhadap produksi jagung, di antaranya: luas lahan, kualitas benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan kondisi iklim. Selain itu, kesuburan tanah, pola tanam, biaya produksi, serta fluktuasi harga jual juga berperan penting.
Maxxi Agri mendorong peningkatan produktivitas dengan pendekatan perawatan tanaman berbasis usia tanam. Berikut tahapan dan solusi yang ditawarkan:
Tahapan Perawatan Jagung ala Maxxi Agri
1. Masa Tanam (0–8 HST)
Pada masa awal ini, gulma biasanya mulai tumbuh dan harus segera dikendalikan. Maxxi Agri menyediakan herbisida berbahan aktif Parakuat Diklorida seperti Sprinter 150 SL dan Farmquat 276 SL*, serta herbisida sistemik berbahan aktif Glifosat seperti Rexxa 530 SL dan Maxxfosate 525 SL.
Untuk rumput kebal seperti Eleusine indica (tambelango/belulang), tersedia herbisida Amonium Glufosinat seperti Bufos 150 SL, Glubest 200 SL, dan instaMAX 240 SL.







