Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Ratusan Pesilat dan Seniman Musik Asal Wongsorejo Gelar Pentas Seni serta Bagikan Ratusan Takjil Gratis

Definitif.id, Banyuwangi – Dalam rangka berbagi berkah Ramadhan 1444 Hijriah, sejumlah utusan dari berbagai perguruan pencak silat dan seniman musik asal Wongsorejo menggelar pentas seni serta membagikan ratusan takjil gratis untuk masyarakat sekitar Wongsorejo, Banyuwangi, Minggu (16/04/2023).

Arrofi Nur Risyandi, selaku pengurus di RBN Wongso Arum, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan mengenalkan kesenian serta kebudayaan Indonesia khususnya Banyuwangi melalui karya musik, tari, dan gerak silat.

“Adapun acara di dalamnya meliputi penampilan-penampilan seni gandrung dari RBN Wongso Arum, musik-musik Banyuwangian dari Sanggar Seni Sekar Wangi, dan penampilan Barongan dari Seni Jaranan Singo Barong, serta penampilan solo dan ganda dari perguruan PS Singo Wongso, PSHT, Pagar Nusa, dan Tapak Suci,” ungkapnya.

Melihat antusias dari pemuda-pemudi asal wongsorejo ini, pemerintah setempat juga turut mensukseskan acara tersebut, dengan dihadiri oleh Pemerintah Desa setempat, Forpimka, Polsek, dan Koramil Kecamatan Wongsorejo.

“Tak tanggung-tanggung, sesuai dengan prediksi dan bahkan melebihi dari harapan. Peserta yang hadir mencapai 100 lebih dan masih ditambah seniman musiknya,” ujar Rofi yang juga sebagai Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan.

Berbagi takjil di bulan Ramadhan memanglah suatu kegiatan yang kerap kali dilakukan oleh setiap kelompok-kelompok maupun komunitas yang ada, dengan berbagai kreatifitas serta penampilan-penampilan yang meriah.

“Kegiatan seperti ini baru pertama kali kita adakan, diusung dan digagas bersama dengan perguruan-perguruan silat serta seniman musik, guna untuk mempererat tali silaturahmi serta menambah persaudaraan,” katanya.

Melihat antusiasme dari masyarakat setempat, sepertinya kegiatan seperti ini akan berlanjut dan akan dibuat agenda tahunan agar tidak mati kesenian di Banyuwangi, khususnya di wilayah Wongsorejo dan sekitarnya.

“Harapan kami, pertama untuk kesenian, nguri-nguri budoyo ing Banyuwangi menjaga dan melestarikan kesenian serta berperan mengaktifkan seni budaya di Wongsorejo yang notabenna masih terbelakang di bidang seni serta agamis. Kedua, untuk pesilat, menjaga kerukunan bersama, karena banyak isu terkait masalah pertikaian antar perguruan. Sehingga kedepan bisa saling tentrem dan anyem, menjaga kerukunan pesilat, menjaga marwah pesilat sebagai warisan budaya indonesia,” gagas panitia.

Arrofi juga menambahkan, ke depannya di Wongsorejo juga akan dibentuk suatu wadah persatuan perguruan se-Kecamatan Wongsorejo untuk bekerlanjutan menjaga kerukunan antar perguruan silat. Hal ini juga sudah disetujui oleh pihak Muspika dan Polsek maupun Koramil Wongsorejo serta sangat didukung penuh pelaksanaan serta kegiatannya.

“Alhamdulillah, sumber pendanaan kegiatan ini adalah hasil dari swadaya setiap grup kepanitian, dan tak lupa pula ucapan terimakasih atas support dari MWC NU dan dari berbagai pihak untuk kelancaran kegiatan kita,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Alasrejo, Atmawijayanto, mengatan, pihaknya sangat mendukung penuh kegiatan tersebut dan berterima kasih sudah meramaikan Desa Alasrejo yang bertempat di RTH alasrejo. (Tim)

Bagikan: