Definitif.id, Gorontalo – Sejumlah Komunitas Selam Gorontalo bersama dengan Akademisi Perikanan dan Kelautan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), serta Kelompok Barrier Reef Desa Botutonuo menggelar kegiatan monitoring transplantasi terumbu karang.
Kegiatan tersebut digelar secara mandiri di perairan Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sabtu (13/05/2023).
Salah seorang penyelam dari Komunitas Diver Cakep Gorontalo, Gusnar Lubis Ismail, menyampaikan, bahwa dalam monitoring transplantasi itu pihaknya melakukan pembersihan media transplantasi dari turf alga laut, lumut, anakan karang yang mati, serta penyulaman karang.
“Jadi di perairan Desa Botutonuo itu kami melakukan pembersihan media transplantasi dari turf alga laut, lumut, anakan karang yang mati, serta penyulaman karang,” kata Gusnar dalam keterangannya, Selasa (16/05/2023).
Gusnar yang juga sebagai Aktivis/Pemerhati Perikanan dan Kelautan itu menjelaskan, awalnya transplantasi terumbu karang di Desa Botutonuo itu diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan bekerja sama dengan Pusat Studi Kemaritiman UNG dengan melibatkan sejumlah masyarakat lokal di desa tersebut.
“Jadi kegiatan transplantasi karang di perairan Desa Botutonuo ini sudah berlangsung sejak 2018, tepatnya di Barrier Reef (karang penghalang) perairan tersebut,” ungkap Gusnar.

“Kelompok masyarakat peduli lingkungan dan konservasi Barier Reef itu terbentuk diketuai oleh seorang Kepala Dusun yang juga seorang diver lokal bernama Bapak Alinton Pisuna,” tambahnya.








