Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Aktivis AMMPD Kecam Pengadaan Mobil Dinas, Desak Gubernur Batalkan dan Alihkan ke Bantuan Rakyat

Taufik : keputusan Gubernur Gorontalo yang justru menggunakan anggaran hasil efisiensi untuk membeli mobil dinas, sementara rakyatnya kesulitan membeli beras dan kebutuhan sembako lainnya. Ini keputusan yang tidak memiliki kepekaan sosial

Definitif.id Gorontalo – Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo yang menggunakan anggaran efisiensi untuk pengadaan tiga unit mobil dinas menuai kritik keras dari aktivis Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD), Taufik Buhungo. Ia menyayangkan langkah Gubernur Gorontalo yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, terutama di tengah kondisi sulit akibat naiknya harga beras dan kebutuhan pokok.

“Saya sangat menyayangkan keputusan Gubernur Gorontalo yang justru menggunakan anggaran hasil efisiensi untuk membeli mobil dinas, sementara rakyatnya kesulitan membeli beras dan kebutuhan sembako lainnya. Ini keputusan yang tidak memiliki kepekaan sosial,” ujar Taufik, Sabtu (26/07/2025).

Menurut data yang beredar, anggaran pengadaan mobil dinas tersebut mencapai total Rp1.528.570.000. Taufik menyebut, dengan anggaran sebesar itu, pemerintah seharusnya bisa memberikan bantuan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kalau anggaran Rp1,5 miliar itu dipakai untuk program rumah layak huni, misalnya dengan biaya Rp50 juta per unit, maka bisa dibangun 30 unit rumah untuk masyarakat miskin. Bukankah itu jauh lebih bermanfaat daripada membeli kendaraan untuk para pejabat yang notabene sudah memiliki fasilitas mobil dinas maupun pribadi?” tegasnya.

Tak hanya itu, Taufik juga menyoroti harga beras yang saat ini berada di kisaran Rp15.000 per kilogram. Menurutnya, pemerintah bisa saja menggunakan anggaran tersebut untuk membantu masyarakat melalui subsidi harga.

“Bayangkan saja, jika pemerintah mensubsidi Rp5.000 per kilogram, maka dari anggaran Rp1,5 miliar bisa disalurkan subsidi untuk 300 ton beras. Kalau satu keluarga miskin mendapat jatah 10 kilogram, maka itu bisa membantu 30.000 keluarga. Ini jelas jauh lebih berarti,” papar Taufik.

Ia pun mengecam keras tindakan Gubernur Gorontalo yang dianggap tidak peka terhadap kondisi rakyat. “Ini bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Ketika rakyat butuh sandang dan pangan, Gubernur malah sibuk memikirkan kenyamanan pejabatnya,” kritik Taufik tajam.

Sebagai penutup, Taufik mendesak Gubernur Gorontalo untuk membatalkan rencana pengadaan mobil dinas tersebut dan segera mengalihkan anggaran efisiensi untuk program-program yang pro-rakyat.

“Jika Gubernur masih memiliki nurani dan kepedulian terhadap rakyatnya, segera batalkan pengadaan mobil dan alihkan anggarannya untuk rakyat kecil. Jangan biarkan kebijakan ini menjadi bukti bahwa pemerintah lebih peduli pada kenyamanan elite dibanding penderitaan rakyat,” pungkasnya.

Bagikan: