“Kritik yang menyebut program ini tidak realistis mengabaikan fakta sejarah bahwa program serupa pernah dijalankan dengan baik dan menjadi ciri khas Pak Ismet. Sebaliknya, program ini justru menunjukkan keberanian untuk melanjutkan kebijakan yang sudah terbukti bermanfaat,” tambah Fahrul.
Lebih lanjut, Fahrul mengecam serangan terhadap Fanly Katili, pengacara dari pasangan IRIS, yang dinilai bersifat personal dan tidak relevan dengan substansi kampanye. Fahrul menilai tindakan tersebut sebagai upaya melemahkan lawan politik dengan cara yang tidak konstruktif.
“Mereka menyerang nama Fanly Katili, mengklaim bahwa beliau adalah pakar, tetapi bagi saya dan banyak aktivis serta pemuda di Bone Bolango, kami tidak mengenalnya sebagai sosok yang menonjol di Gorontalo apalagi Bone Bolango. Ini hanya menunjukkan bahwa serangan tersebut lebih bersifat kekanak-kanakan daripada memberikan kritik yang berbobot,” tandasnya.
Fahrul mengajak semua pihak untuk fokus pada isu-isu yang relevan dan program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyarankan agar pendukung paslon lain tidak hanya menyerang program kompetitor, tetapi juga memberikan solusi konkret untuk masalah yang dihadapi oleh masyarakat Bone Bolango.
“Kita seharusnya mengedepankan gagasan dan program yang pro-rakyat. Kampanye bukanlah ajang untuk menjatuhkan lawan secara pribadi, melainkan kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui kebijakan yang realistis dan dapat diimplementasikan,” tutup Fahrul.








