Definitif.id Gorontalo Utara – Aktivis anti-korupsi Provinsi Gorontalo, Agus Lamatenggo, melontarkan kritik pedas terhadap kinerja Bank SulutGo (BSG) yang hingga saat ini belum menuntaskan pembagian dividen tahun 2024 kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Ia menyebut penahanan sebagian dividen sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan lemahnya transparansi dalam manajemen perbankan daerah.
“Ini bukan sekadar keterlambatan teknis. Ini adalah bentuk arogansi manajemen BSG, yang merasa bisa semena-mena terhadap pemegang saham daerah. Uang rakyat disandera tanpa alasan yang jelas,” tegas Agus saat dimintai tanggapan, Rabu (31/07/2025).
Sebelumnya, anggota Badan Anggaran DPRD Gorontalo Utara, Lukum Diko, mengungkap bahwa dari total dividen Rp3,6 miliar yang seharusnya diterima daerah, baru sekitar Rp2,2 miliar yang dibayarkan. Sisanya, Rp1,4 miliar belum juga disalurkan oleh BSG.
Indra menilai pernyataan pihak BSG yang menyebut keputusan ada di kantor pusat sebagai alasan yang tidak bisa diterima. “Cabang lempar ke pusat, pusat bungkam. Ini adalah pola bancakan lembaga yang tidak sehat. Kita bisa curiga, jangan-jangan uangnya sudah diputar ke tempat lain, atau bahkan digunakan untuk menutupi kegagalan manajemen,” katanya.
Menurut Indra, BSG sudah terlalu sering menunjukkan kinerja yang tidak profesional, dan keberadaan mereka sebagai mitra daerah patut dievaluasi. “Kalau begini terus, daerah lebih baik keluar dari kepemilikan saham di BSG. Tidak ada gunanya jadi pesaham kalau hak kita malah ditahan seenaknya. BSG ini seperti bank milik segelintir elit, bukan bank milik rakyat,” ujarnya dengan nada geram.
