Karena itu, ia meminta pemerintah kecamatan tidak hanya menyampaikan daftar kebutuhan, tetapi juga menyiapkan proposal secara lengkap. Langkah tersebut diperlukan agar setiap usulan memiliki pijakan yang kuat ketika diajukan untuk mendapatkan dukungan anggaran maupun program dari pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.
Di tengah pembahasan pembangunan, Sugondo juga menaruh perhatian terhadap kondisi sektor pertanian di Limboto Barat. Musim kemarau yang tengah berlangsung dikhawatirkan berdampak terhadap lahan dan aktivitas petani setempat.
Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo mengajak masyarakat tetap menjaga optimisme menghadapi kondisi tersebut. Bahkan, dalam kegiatan itu ia turut memimpin doa bersama agar hujan segera turun dan memberikan pasokan air bagi lahan pertanian warga.
Sementara itu, menutup sambutannya, Sugondo mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Limboto Barat dalam seluruh rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, antusiasme warga terlihat dari banyaknya kegiatan serta penghargaan yang berhasil diraih selama perayaan berlangsung. Ia menilai semangat berkompetisi sekaligus kebersamaan tersebut menjadi modal sosial yang penting bagi pembangunan wilayah.
“Berbagai macam piala dan penghargaan yang berjejer malam ini menjadi bukti semangat masyarakat Limboto Barat. Semua berharap jadi pemenang, dan itulah modal utama kita bahwa masyarakat Limboto Barat senantiasa bersemangat,” ujarnya.
Bagi pemerintah daerah, aspirasi pembangunan yang muncul dari Limboto Barat kini tinggal menunggu langkah konkret. Proposal, perencanaan, serta koordinasi lintas pemerintahan menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat tidak sekadar menjadi daftar keinginan, tetapi benar-benar masuk dalam agenda pembangunan.
