Definitif.id, Gorontalo – Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone (NW) Brigjen TNI Totok Sulistyono,S.H.,M.M.,M.I.P yang didampingi langsung oleh Ketua Persit KCK Koorcab Rem 133 PD XIII/Mdk Ny. Dewi Totok Sulistyono bersama-sama dengan anggota Makorem 133/NW melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1444 H di Masjid Permata, Jl. Trans Sulawesi Desa Tridharma Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo, Sabtu (22/04/2023).
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri tersebut juga dihadiri seluruh Prajurit, Persit, serta Keluarga Besar Korem 133/NW, dan masyarakat sekitar. Adapun yang bertindak selaku Imam dan Khatib pada Sholat Idul Fitri kali ini adalah Ustadz Muhammad Fauzan Mamahit,S.Pd.
“Dalam khutbah Idul Fitrinya mengutarakan tentang hikmah silahturahmi dalam Idul Fitri. Alangkah indahnya hidup di antara umat manusia kalau kita saling menjaga silahturahmi kita dengan sesama, sehingga rasa silaturahmi antar kita selalu terbina dengan baik. Silaturahmi yang erat antar sesama, membuat kita jadi satu sama lain tetap satu/utuh dan tidak akan ada rasa perpecahan. Di dalam pergumulan hidup yang bagaimanapun dengan rasa bersatu, kita akan memperoleh kemenangan,” ungkap Ustadz Fauzan.
“Di hari yang Fitri ini, mari kita saling berbagi dengan saudara, tetangga fakir/miskin, agar saudara kita dapat merayakan hari kemenangan ini dengan rasa gembira. Dan kita doakan juga saudara-saudara kita yang tidak bisa berpuasa pada tahun ini karena sakit semoga di tahun berikutnya dapat melaksanakan ibadah puasa,” tambahnya.
Sementara itu, Danrem 133/NW Brigjen TNI Totok Sulistyono mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh Prajurit, Persit dan masyarakat yang telah melaksanakan Sholat Idul Fitri di Masjid Permata Makorem. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk kemanunggalan TNI khususnya Korem 133/NW dengan masyarakat terbuka untuk umum.
“Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada Jumat (21/04/2023), sedangkan Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1444 H pada Sabtu (22/04/2023). Olehnya itu, saya pun berharap agar masyarakat untuk tetap saling menghargai, baik kepada mereka yang merayakan Idul Fitri terlebih dahulu maupun yang masih menyempurnakan ibadah puasa. Karena perbedaan dalam menentukan Idul Fitri sudah sering terjadi dan tidak perlu diperdebatkan,” terangnya menandaskan.








