HomeNews

Bukti Kecintaan Warga, Mobil Rachmat Gobel Dicegat di Tengah Jalan

“Ini menunjukkan Gorontalo salah urus, untuk itu cara terbaik untuk mengurangi jumlah orang miskin adalah dengan menciptakan lapangan kerja dan membuka kesempatan berusaha seluas-seluasnya. Harus ada pemihakan anggaran yang disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya. Masyarakat Gorontalo paling banyak menjadi Petani dan Nelayan. Jadi ke arah itu anggaran diberikan. Harus ada pemihakan kepada Petani dan Nelayan,” sambungnya lagi.

Karena itu, Rachmat Gobel mengaku heran dengan pendapat seorang Pemimpin Gorontalo yang menyatakan bahwa bansos dan sembako adalah solusi untuk mengurangi kemiskinan.

“Bansos dan sembako itu bukan solusi untuk mengatasi kemiskinan. Tapi semacam obat pereda sakit, bukan mengobati penyakitnya. Jadi bansos dan sembako itu bersifat darurat dan sementara. Sedangkan solusi terbaik adalah dengan menciptakan lapangan kerja dan membuka kesempatan berusaha seluas-luasnya kepada UMKM,” imbuhnya.

Sebagai Pengusaha sukses, ia menginvestasikan dana Rp 1,4 triliun di Gorontalo Utara untuk membangun pelabuhan internasional dan kawasan ekonomi khusus pangan.

“Ini akan menarik investasi tambahan sekitar Rp 5 triliun dan menciptakan lapangan kerja hingga 100 ribu orang, dari Hulu hingga Hilir serta membuka kesempatan berusaha bagi pelaku UMKM untuk menopang industri pangan tersebut,” katanya. Untuk itu, ia berharap Provinsi Gorontalo akan menjadi salah satu provinsi termakmur di Indonesia. (0N4L)

Bagikan:   
Exit mobile version