Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Dari Uang Receh Jadi Gerakan Lawan Stunting, Koin Bongohulawa Diuji Tim Nasional

Program Koin Stunting juga dikaitkan dengan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dengan penekanan pada partisipasi dan pengelolaan yang transparan.

Kepala BKKBN Provinsi Gorontalo Tenny Calvenny Soriton menilai inovasi tersebut merupakan salah satu bentuk upaya yang menyentuh kebutuhan mendasar dalam pencegahan stunting.

Menurutnya, program yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas P3A dan KB itu kemudian diterapkan oleh penyuluh KB Kecamatan Limboto di Kelurahan Bongohulawa.

Berawal dari Kepedulian Sederhana

Koordinator Wilayah Penyuluh KB Kecamatan Limboto, Abdurrahman Nango, mengungkapkan bahwa Koin Stunting tidak lahir dari konsep yang rumit. Gerakan tersebut bermula dari kepedulian sederhana untuk mengubah uang receh yang kerap tidak diperhatikan menjadi dukungan bagi keluarga yang membutuhkan.

“Uang koin pecahan kecil yang kerap terabaikan di rumah-rumah atau di meja-meja kerja kantoran memiliki daya ubah luar biasa jika dihimpun dan dikelola secara transparan,” kata Nango.

Menurut Nango, masyarakat Bongohulawa ingin menunjukkan bahwa penanganan stunting dapat didorong melalui kekuatan gotong royong. Upaya tersebut tidak semata-mata bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kepedulian masyarakat.

Gerakan ini sebelumnya juga telah diarahkan untuk mendukung kebutuhan seperti nutrisi, sanitasi, air bersih dan edukasi kesehatan bagi keluarga berisiko stunting.

Koin Stunting Bongohulawa kini diharapkan tidak berhenti sebagai inovasi lokal. Program tersebut berpeluang menjadi contoh bagi pengembangan gerakan sosial berbasis partisipasi masyarakat di wilayah lain di Gorontalo.

Bagikan: