Sementara, Direktur Pascasarjana Universitas Bandar Lampung Andala Rama Putra Barusman, mengapresiasi dan tertarik dengan destinasi wisata Kebun Edukasi Lampung Selatan. Apalagi lagi, tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat.
“Bagus ini, karena kadang orang itu tidak tahu bagaimana bentu pohonnya, hanya tahu buahnya atau sudah dalam bentuk jus buah. Nah, dengan adanya Kebun Edukasi ini masyarakat jadi paham,” ujar Andala.
Menurut Andala, keberadaan Kebun Edukasi tersebut akan lebih menarik bila dilengkapi dengan tempat khusus untuk simulasi tata cara penanaman pohon secara langsung. Dengan begitu, masyarakat yang ingin menanam pohon akan lebih paham dan bisa mengaplikasikannya di kebun atau pekarangan rumah.
“Akan lebih bagus lagi kalau dilakukan simulasi, step by step, dari tanaman itu masih kecambah hingga menghasilkan buah. Ini akan lebih menarik masyarakat dan mengedukasi juga,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Andala juga menyarankan, agar pemerintah daerah dapat menggandeng influencer yang memiliki pengikut akun media sosial yang tinggi, sehingga bisa membantu dalam mempromosikan keberadaan Kebun Edukasi Lampung Selatan kepada masyarakat luar daerah.
“Yang susah itu, bagaimana menarik orang kesini dan menghabiskan uang disini. Karena kan kalo wisata seperti ini minimal untuk turis lokal, Provinsi Lampung. Kalau sekarang ini istilahnya viral, langsung jadi tujuan wisata. Promosi media sosialnya harus kuat, kalau bisa undang Influencer yang followers medsosnya banyak,” katanya. (Nzr/kmf)







