HomeNews

Gandeng Penyelam Profesional, KOMPAK Barrier Reef Botutonuo Monitoring dan Transplantasi Karang

Lebih lanjut Gusnar menjelaskan, di beberapa bagian kawasan Barrier Reef tersebut terdapat spot-spot yang sangat indah dengan terumbu karangnya, yang juga dihuni berbagai jenis ikan karang hias, benthos dan biota exotis, antara lain sponge ikonik salvador dali (pertrosia lignose) yang menjadi daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri datang ke Gorontalo untuk menikmatinya. Saat baru turun, tim penyelam sempat bertemu dengan Blacktip Shark (Carcharhinus limbatus) atau hiu karang sirip hitam.

“Perairan ini sangat baik untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata bahari, untuk itu perlu dilakukan kajian biofisik terumbu karang, analisis kesesuaian wisata bahari dan analisis daya dukung lingkungan perairannya untuk pengembangannya wisata bahari berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok, masyarakat sekitar dan mendulang pundi-pundi PAD (Pendapatan Asli Daerah),” terang Gusnar.

“Juga perlu didorong kelompok dan pemerintah desa untuk membuat DPL (Daerah Perlindungan Laut) yang disepakati bersama dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan stakeholder khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo untuk dapat menyepakati dan memutuskan bersama penentuan zona-zona pemanfaatan berupa wisata bahari diving, snorkeling, zona penangkapan ikan tradisional berkelajutan dan zona lainnya berdasarkan kajian dan analisis ilmiah agar tidak terjadi konflik pemanfaatan ruang di perairan Botutonuo,” tambahnya menandaskan. (Rls/Red)

Bagikan:   
Exit mobile version