HomeNews

Gandeng Penyelam Profesional, KOMPAK Barrier Reef Botutonuo Monitoring dan Transplantasi Karang

“Kita sebagai generasi penerus tinggal mengisinya dengan mengambil bagian sesuai profesi, kemampuan dan keahliannya masing-masing berupa kegiatan-kegiatan yang positif, seperti melestarikan ekosistem terumbu karang yang merupakan salah satu ekosistem penting perairan tempat berbagai biota laut hidup dan berinteraksi,” terang Gusnar.

Gusnar juga sangat salut kepada kelompok, masyarakat sekitar, dan pengunjung, karena tidak ditemukannya sampah plastik yang menutupi rataan terumbu karang atau yang mengambang di permukaan laut perairan tersebut saat kegiatan berlangsung.

“Bulan-bulan kemarin terahir tepatnya bulan Juni 2023, kami melakukan monitoring terumbu karang sambil mungut sampah bersama kelompok dan hanya menemukan dan memungut 4 lembar bekas saset bumbu penyedap, sampho dan potongan baliho yg menutupi terumbu karang, sekarng kami sudah tidak menemukan untuk dipungut di perairan tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gusnar menjelaskan, di beberapa bagian kawasan Barrier Reef tersebut terdapat spot-spot yang sangat indah dengan terumbu karangnya, yang juga dihuni berbagai jenis ikan karang hias, benthos dan biota exotis, antara lain sponge ikonik salvador dali (pertrosia lignose) yang menjadi daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri datang ke Gorontalo untuk menikmatinya. Saat baru turun, tim penyelam sempat bertemu dengan Blacktip Shark (Carcharhinus limbatus) atau hiu karang sirip hitam.

“Perairan ini sangat baik untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata bahari, untuk itu perlu dilakukan kajian biofisik terumbu karang, analisis kesesuaian wisata bahari dan analisis daya dukung lingkungan perairannya untuk pengembangannya wisata bahari berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok, masyarakat sekitar dan mendulang pundi-pundi PAD (Pendapatan Asli Daerah),” terang Gusnar.

Bagikan:   
Exit mobile version