Lebih dari sekadar forum pertanian, PENAS KTNA XVII juga akan menjadi panggung promosi budaya dan pariwisata Gorontalo. Setiap malam, arena kegiatan akan diramaikan pertunjukan seni budaya dari kontingen provinsi se-Indonesia, menghadirkan keberagaman budaya Nusantara dalam satu panggung besar.
Tak hanya itu, peserta juga akan diajak menjelajahi sejumlah destinasi wisata unggulan Gorontalo. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor kunjungan.
Gubernur menegaskan, setelah pembukaan resmi dilaksanakan, kawasan utama PENAS KTNA XVII akan terbuka bagi masyarakat umum. Warga dapat menikmati berbagai pameran, melihat langsung perkembangan teknologi pertanian modern, serta mengikuti beragam kegiatan edukatif dan hiburan yang telah disiapkan panitia.
Dengan persiapan yang hampir rampung, Gorontalo kini bersiap menjadi pusat perhatian nasional. PENAS KTNA XVII diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, tetapi juga menjadi momentum emas untuk memperkenalkan kekuatan ekonomi, budaya, dan pariwisata Gorontalo kepada Indonesia.








