Pasangan IRIS juga tidak pernah menggunakan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia untuk melakukan survei.
Fanly mengatakan, bahwa pasangan IRIS justru mendapatkan data hasil survei tersebut dari seseorang yang mengaku dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia.
Fanka Menjelaskan, berawal dari seseorang yang mengaku pihak indikator datang menawarkan diri untuk menyampaikan survey tersebut. Salah satu orang yang mengaku pihak indikator itu juga sudah mengklarifikasi hal itu bersama Tim Pemenangan IRIS.
“Data itu dipaparkan oleh seseorang yang mengaku dari indikator, di hadapan paslon IRIS, kami punya bukti foto dan video saat pemaparan hasil survei tersebut,” ungkap Fanly kepada media, Kamis (17/10/2024).
“Intinya hasil ini tidak kami manipulasi atau kami bohongi, yang namanya pemalsuan itu kalau A diganti C. Kami tim IRIS kembali menegaskan itu,” tegasnya.
Terakhir, Fanly menegaskan, dirinya juga tak segan-segan akan melaporkan beberapa oknum yang sengaja menuding IRIS menyebarkan informasi bohong soal survei tersebut.








