“Inikan sangat mencemari lingkungan, tentunya ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dari kedua Desa tersebut, misalnya mensosialisasikan ke masyarakat agar tidak membuang sampah disungai. Dan tak kalah pentingnya adalah kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau di sungai,” pungkasnya.
Lebih lanjut ia menyebutkan, untuk saat ini yang dibutuhkan adalah sebuah tindakan nyata, misalanya, dengan melibatkan warga bergotong royong membersihkan sampah yang menumpuk di sungai Tuli, dan memasang papan larangan membuang sampah diarea tersebut.
“Kita nda perlulah tunjuk menunjuk warga itulah, warga inilah. Yang dibutuhkan sekarang adalah sebuah tindakan nyata, misalanya dengan mengerahkan warga bergotong royong membersihkan sampah yang sudah menumpuk di sungai Tuli, dan memasang papan larangan membuang sampah diarea itu” ucapnya

Warga lainnya, yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, aktifitas membuang sampah disungai Tuli sudah berlangsung lama sehingga sudah menjadi kebiasaan begi mereka yang tidak peduli dengan kebersihan sungai.
“Lama sekalimi itu sungai Tuli jadi tempat pembuangan sampah, buktinya menumpuk sekalimi sampah di pinggir sungai. Jadi kebiasaan mi bagi mereka, tidak peduli dengan kebersihan sungai,” kesalnya.
Ia berharap, agar persoalan sampah di sungai Tuli segera mendapatkan solusi untuk menjaga kelestariannya. (Wahyudi)








