Untuk itu, Rachmat Gobel mengatakan, ia akan melakukan investasi Rp 1,4 triliun yang kemudian diikuti investasi susulan yang mencapai Rp 5 triliun hingga Rp 10 triliun. Inilah yang ia sebut sebagai Visi 2051, yaitu pembangunan Pelabuhan Internasional Anggrek dan Kawasan Ekonomi Khusus Pangan di Kabupaten Gorontalo Utara.
“Dalam periode tersebut akan lahir sekitar 100 ribu lapangan kerja baru untuk anak-anak muda Gorontalo, dari hulu hingga hilir dan di berbagai sektor,” kata RG.
Visi yang dikemukakan RG ini disebutnya sebagai bentuk komitmen dirinya untuk membangun Gorontalo. Hal itu, katanya, merupakan amanah dari Ayahnya sebelum meninggal. “Kuburkan saya di Gorontalo dan carilah untung di Jakarta lalu gunakan untuk membangun Gorontalo. Jangan cari untung di Gorontalo lalu dibawa ke Jakarta. Itulah wasiat ayah saya. Saya sudah tidak bisa lagi memberikan yang lain untuk membahagiakan orang tua karena keduanya telah meninggal. Maka melaksanakan wasiat beliau merupakan bentuk bakti saya kepada orang tua saya,” harapnya.
Selain itu, kata Gobel, Visi tersebut juga merupakan perwujudan dari perintah Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. “Setelah saya terpilih menjadi Anggota DPR-RI pada Tahun 2019 dengan suara terbanyak, Ketua Umum kami menyampaikan bahwa kepercayaan dari rakyat Gorontalo itu sebagai suatu kehormatan yang harus dibalas dengan kehormatan pula. Bangunlah Gorontalo. Itu perintah Pak Surya Paloh pada saya,” katanya. Perintah itu muncul, karena Gorontalo merupakan salah satu Provinsi Termiskin di Indonesia.








