Definitif.id Gorontalo Utara – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Gorontalo Utara nomor urut satu, Roni Imran-Ramdhan Mapaliey (Romantis), kembali menggelar kampanye dialogis di Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, Sabtu (12/04/2025).
Dalam kesempatan itu, salah satu pimpinan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Gorontalo, Gustam Ismail, mengingatkan masyarakat tentang maraknya kampanye hitam berupa pengambilan KTP warga dengan iming-iming uang setelah pencoblosan.
Modus Penyalahgunaan KTP dan Bahaya Pinjol Ilegal
Gustam menegaskan bahwa KTP merupakan dokumen penting yang rentan disalahgunakan. “Selain menghilangkan hak pilih karena KTP ditahan, dokumen ini bisa dipakai untuk pinjaman online (pinjol) ilegal. Beberapa aplikasi hanya butuh foto KTP untuk mencairkan dana,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, modus serupa telah terjadi di Tolinggula dan daerah lain, di mana warga justru dikejar debt collector meski tak pernah meminjam. “Di Telaga, ada warga yang tiba-tiba ditagih utang pinjol karena KTP-nya dipakai oknum tidak bertanggung jawab,” tambah Gustam.
Seruan Memilih Pemimpin yang Berintegritas
Gustam mendorong warga menggunakan hak pilih secara cerdas dengan memilih calon yang berkomitmen membangun Gorut. “Pilihlah pemimpin yang kase bae (perbaiki.red) Gorut, bukan yang so mo kase gade (gadaikan) Gorut,” tegasnya.
Ia menilai Roni Imran sebagai figur terbaik yang mampu mewujudkan kesejahteraan. “Beliau memiliki rekam jejak nyata, bukan sekadar janji,” pungkas Gustam.
Antusiasme Warga dan Pesan Kewaspadaan
