Mereka menyebut nama B dan seorang lainnya berinisial O dalam rangkaian informasi yang mereka ketahui. Namun, keluarga mengaku belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.
“Karena ada B, kemudian ada juga O. Sementara siapa yang mengantar ke rumah sakit, kami tidak mengetahui. Yang menjadi pertanyaan besar adalah kejanggalan kematian suami kami. Ada apa di baliknya?” ungkap keluarga.
Keluarga berharap penyidik tidak hanya mengungkap penyebab kematian NSS, tetapi juga menelusuri seluruh rangkaian kejadian sebelum korban meninggal dunia. Mereka menilai penjelasan mengenai perjalanan korban dan muatan perahu perlu diperjelas untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang.
Mereka juga berharap penyelidikan dapat memastikan apakah perjalanan tersebut berkaitan dengan aktivitas lintas batas yang melanggar hukum atau persoalan lain. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan kepolisian.
Keluarga turut mengungkapkan bahwa B, yang menurut mereka mengajak korban berangkat, belum pernah datang menemui keluarga sejak peristiwa itu terjadi. Mereka mengaku menerima informasi bahwa yang bersangkutan telah berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“B yang mengajak suami saya juga tidak pernah datang. Ada kabar B telah berada di Sangihe,” ungkap mereka.
Sementara itu, berdasarkan pantauan media ini, sejumlah pihak disebut telah dimintai keterangan oleh kepolisian untuk membantu mengungkap kasus tersebut.
Media ini juga memperoleh informasi yang belum terkonfirmasi mengenai penjemputan seorang pria berinisial B di salah satu kampung di Sangihe. Namun, hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi yang memastikan informasi tersebut.








