Definitif.id, Sangihe – Keluarga NSS, nelayan asal Towo yang meninggal dunia dalam keadaan menyisakan sejumlah pertanyaan, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan. Mereka berharap penyidik mengungkap kronologi kejadian hingga penyebab kematian korban tanpa ada fakta yang ditutupi.
Permintaan itu disampaikan istri, saudara, dan kerabat korban saat ditemui di rumah duka, kompleks Pasar Towo, Rabu (14/10/2026). Mereka mengaku belum menerima informasi terbaru mengenai perkembangan laporan yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian.
“Sampai saat ini, kami belum menerima informasi apa pun terkait laporan tersebut,” ungkap istri dan kerabat korban.
Keluarga mengaku masih kebingungan mengenai aktivitas korban sebelum meninggal dunia. Mereka menyebut seorang pria berinisial B sebagai pihak yang mengajak NSS berangkat untuk mengantarkan barang ke Filipina.
Namun, keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti untuk siapa korban bekerja, jenis barang yang diangkut, serta pihak-pihak yang terlibat dalam perjalanan tersebut.
“Kami tidak tahu suami kami bekerja untuk siapa. Yang kami ketahui hanya B yang datang mengajak suami saya berangkat mengantar barang ke Filipina. Soal B dan pihak lainnya, kami masih menanti penjelasannya,” tutur mereka.
Selain mempertanyakan pihak yang mengajak korban berangkat, keluarga juga menyoroti sejumlah hal yang menurut mereka belum jelas. Di antaranya, keberadaan orang-orang yang bersama korban, perahu yang digunakan, serta pihak yang membawa NSS ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.
