Definitif.id, Gorontalo Utara – Amin Suleman, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Aktivis Milenial Provinsi Gorontalo (GAM PG), meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Gorontalo Utara (Gorut) agar segera menuntaskan persoalan banjir Tolinggula hingga ke penyebabnya, Minggu (14/04/2024).
Amin menegaskan, persoalan banjir Tolinggula tersebut bukan hanya disebabkan oleh force major atau gangguan alam saja, tapi lebih dari perbuatan oknum-oknum pengusaha yang tidak bertanggungjawab yang menyebabkan warga menanggung bencananya.
Menurut Amin, adanya pengambilan dan pembabatan hutan secara liar/illegal logging menjadi salah satu pemicu banjir di Tolinggula. Di mana menurutnya, kayu-kayu yang bertebaran di pedagang dan pengusaha kayu se-Gorontalo sebagian besar adalah kayu dari Tolinggula yang dibabat secara besar-besaran secara ilegal dan hampir setiap hari dibawa ke Kota Gorontalo dan beberapa daerah di Gorontalo untuk diperjual belikan.
Masih menurut Amin, pihaknya sudah mengantongi beberapa nama oknum pengusaha yang turut andil dalam menyebabkan banjir di Tolinggula dan oknum-oknum pengusaha itu hingga saat sebelum banjir sangat aktif dalam mengambil kayu hasil hutan Tolinggula.
Selain persoalan illegal logging, Amin juga menuturkan penyebab selanjutnya yaitu persoalan tanaman mangrove di sekitaran pantai Tolinggula banyak yang telah mati dan tidak mendapat perhatian pemerintah, sehingga ketika hujan menggerus pegunungan yang mulai gundul dan bertepatan air laut naik maka dampaknya langsung dirasakan oleh warga masyarakat Tolinggula.








