Bagaimana mungkin seseorang menolak perjalanan dinas yang begitu “efisien,” apalagi dengan seorang CPNS calon jaksa yang cantik bernama Mawar di sisinya.
Sebenarnya, kita harus kagum dengan dedikasi Pak Datun dalam menjalankan “tugas.” Siapa yang bisa mengeluh ketika pekerjaan membawa lebih dari sekadar hasil untuk negara, tapi juga hasil untuk hati.
Betapa romantisnya perjalanan dinas yang tidak hanya melibatkan dokumen dan pertemuan formal, tapi juga percakapan manis di antara rapat-rapat yang tak pernah tercatat dalam agenda resmi.
Namun, mari kita bertanya: apakah ini bentuk baru dari diplomasi cinta yang melibatkan dinas pemerintahan? Atau apakah ini sekadar cara untuk meningkatkan hubungan kerja yang lebih harmonis? Siapa tahu, mungkin nanti ada “proyek” khusus yang dihasilkan dari kolaborasi semacam ini.
Tentu saja, ini hanya dugaan. Tapi bagi masyarakat, dugaan ini cukup untuk mengisi hari-hari mereka dengan gosip penuh bumbu. Setelah semua perjalanan romantis ini terungkap, mungkin pertanyaan terbesar adalah: apakah Pak Datun akan mendapatkan promosi tidak hanya dalam kariernya, tapi juga dalam kisah cintanya?
Ah, cinta dan dinas, duet yang sempurna di bawah naungan langit Gorontalo oleh “Pak Datun” yang memanfaatkan jabatannya demi jalan-jalan bersama sang bunga mawar CPNS calon jaksa.
Penulis : Ketua Pro Jurnalismedia Siber Provinsi Gorontalo








