HomeNews

Koordinator AMMPD Gorontalo Minta Pinca BRI Limboto Tidak Buta soal BPNT di Desa Hutabohu 

Koordinator AMMPD Gorontalo, Rahmat Mamonto, saat melakukan Aksi Demo di depan Kantor BRI Cabang Limboto. (Foto: Khalid)

Definitif.id, Kabupaten Gorontalo – Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD) Provinsi Gorontalo, Rahmat Mamonto, meminta Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Limboto jangan tutup mata soal amburadulnya pencairan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ada di Kabupaten Gorontalo.

Kepada Awak Media, Rahmat mengatakan, bahwa permasalahan yang ada di Desa Hutabohu itu hanya satu dari banyaknya permasalahan penyaluran bantuan sosial (bansos).

“Saya rasa permasalahan bansos di BRI ini tidak pernah ada habisnya, masih jelas di ingatan kita terkait Bantuan Pangan Non Tunai tahun 2020 dan saat ini kasus itu tinggal menunggu hasil audit BPKP untuk diserahkan ke Tipikor Polres Limboto. Tahun 2021 juga ada. Di mana 43 ribu KPM yang ada di Kabupaten Gorontalo harus dibuat seperti pengemis, karena mesin Elektronik Data Captured (EDC) yang tidak sesuai dengan jumlah KPM,” jelas Rahmat, Selasa (24/10/2023).

“Tahun ini muncul lagi berita KPM tidak bisa mencairkan dana bantuan non tunai, di mana itu merupakan hak mereka KPM. Dengan demikian, saya menduga ada oknum yang berperan sebagai dalang dari permasalahan yang ada di Desa Hutabohu itu, dan tidak lain pasti yang ada di BRI itu sendiri. Kasihan, itu haknya mereka KPM,” lanjutnya.

Seperti tidak ada habisnya permasalahan bansos di Kabupaten Gorontalo, Rahmat dengan tegas mengatakan dirinya tidak akan main-main untuk melakukan pengawalan pada kasus tersebut, apalagi jika pihak BRI Cabang Limboto tidak mau bertanggungjawab.

“Saya tidak main-main untuk hak masyarakat yang kurang mampu, dan jika pihak Pinca BRI Limboto tidak bisa menyelesaikan ini, saya pastikan darah saya siap dipertaruhkan,” tegasnya.

Penulis: Khalid Moomin
Bagikan:   
Exit mobile version