HomeNews

Minggu Tenang, Minggunya Mayor Teddy

Oleh: Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)

Hingga kemarin, pembentukan soliditas netizen terhadap Mayor Teddy mulai kencang. Saya mencoba mensimulasikan foto Mayor Teddy dan foto saya, tujuannya ingin mengetahui sejauhmana netizen (teman saya di media sosial) mengenal Mayor Teddy, dan rata-rata teman saya mengenalnya bahkan seperti telah dekat. Walaupun dalam postingan tersebut, saya tidak menuliskan nama Mayor Teddy. Rupanya ingatan netizen terhadap wajah, topi, kacamata dan juga kendis Mayor Teddy telah sebegitu kental.

Pemujaan dan Histeria terhadap Mayor Teddy

Setelah pengenalan terhadap idola mulai terbentuk, karakter dan identitas fans (netizen) mulai bisa dikategorikan. Fans Mayor Teddy adalah ibu-ibu muda dan perempuan single yang berasal dari kalangan milenial dan Gen Z.

Kebiasaan netizen dalam menggemari idolanya adalah (1). Bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan, dipikirkan, atau dirasakan oleh idolanya saat ini. (2). Mengecek media sosial sepanjang waktu hanya untuk mengetahui hal-hal terbaru tentang idolanya. (3). Merasa memiliki hubungan spesial atau romantis dengan idolanya. (4). Membayangkan atau mencari tahu tentang kehidupan pribadi idolanya, seperti dengan siapa mereka menjalin hubungan atau berkencan.

Jika hal itu mulai menggejala, maka yang terjadi adalah Celebrity Worship Syndrome (CWS). Istilah ini dikemukakan oleh Lynn McCutcheon. CWS adalah gangguan obsesif seseorang terhadap selebriti atau orang terkenal lainnya. Orang yang mengalami CWS cenderung memiliki ketertarikan emosional yang kuat terhadap idolanya. Mereka tidak hanya mengagumi sang idola, tetapi sampai berusaha mencari tahu segala informasi pribadi tentang idolanya. Hingga berujung pada pemujaan.

Bagikan:   
Exit mobile version