Definitif.id, Sangihe – Sejumlah pertanyaan masih menyelimuti kematian NSS (51), warga Kelurahan Towoe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Keluarga korban mendesak agar aparat kepolisian menelusuri seluruh rangkaian peristiwa yang dialami NSS sebelum meninggal dunia.
Korban meninggal di RSU Liun Kendage Tahuna pada Minggu (11/10/2026), sekitar pukul 14.00 WITA, setelah menjalani perawatan intensif. Sebelumnya, NSS dilaporkan masuk rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka pada tubuhnya.
Kondisi korban saat dirawat menjadi salah satu hal yang dipertanyakan keluarga. Ketika menjenguk NSS, mereka melihat luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk belakang betis, pantat, punggung, dan pinggang.
Istri korban, Yunita Nangkoda, mengaku tidak mengetahui secara langsung apa yang terjadi terhadap suaminya selama perjalanan. Kepada Tribun Manado, Senin (12/10/2026), Yunita menjelaskan bahwa NSS sebelumnya diajak seorang pria asal Filipina yang dikenal dengan nama Bumbum untuk melakukan perjalanan menggunakan perahu pamboat.
Perjalanan tersebut disebut berkaitan dengan pengantaran barang ke Filipina. Namun, dalam perjalanan kembali, perahu yang ditumpangi NSS bersama B mengalami kebocoran sehingga keduanya harus mencari pertolongan.
Sebuah perahu pamboat asal Filipina yang sedang menuju Tahuna kemudian disebut memberikan bantuan. Setelah itu, B meminta NSS melanjutkan perjalanan pulang menggunakan perahu tersebut, sedangkan dirinya meneruskan perjalanan ke Filipina.
