“Di beberapa bagian tubuh juga terdapat luka yang kulitnya melepuh. Ini juga membingungkan karena setahu kami yang bersangkutan sehat saat berangkat,” tegasnya.
Pihak keluarga turut menyoroti keterangan seorang teman korban berinisial B yang disebut menyampaikan bahwa NSS masih dalam keadaan sehat ketika berpindah perahu. Keterangan tersebut dinilai perlu ditelusuri untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban akhirnya dirawat di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu kerabat korban, NSS sebelumnya diajak ke Filipina oleh seseorang berinisial B atau OP, yang disebut menggunakan nama akun Facebook tertentu.
Informasi tersebut masih memerlukan pendalaman, termasuk mengenai perjalanan korban, orang-orang yang bersamanya, serta aktivitas yang dilakukan sebelum ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Keterangan lain yang diperoleh menyebutkan adanya informasi mengenai aktivitas pekerjaan di lokasi tersebut. Namun, identitas pihak yang bertanggung jawab, status kepemilikan atau legalitas kegiatan, serta hubungan masing-masing orang yang terlibat masih perlu diklarifikasi lebih lanjut.
Keluarga berharap kepolisian dapat memeriksa saksi-saksi yang mengetahui keberangkatan korban, perjalanan menuju Filipina, hingga peristiwa yang menyebabkan NSS dibawa ke rumah sakit. Pemeriksaan medis dan pendalaman kronologi juga diharapkan dapat membantu memastikan penyebab kematian korban.
“Intinya kami datang ke Polres untuk melaporkan kejanggalan atas kematian suami. Karena saat berangkat dalam keadaan sehat,” ungkap YN.
