Foto: Laporan polisi
Definitif.id, Sangihe – Kematian seorang nelayan berinisial NSS, warga Towo, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menyisakan tanda tanya bagi pihak keluarga. Merasa menemukan sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut, istri korban berinisial YN bersama sejumlah kerabat mendatangi Polres Kepulauan Sangihe untuk membuat laporan pada Senin (12/10/2026).
Keluarga mempertanyakan kondisi korban sebelum dibawa ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026). Mereka berharap laporan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk menyelidiki penyebab kematian NSS secara menyeluruh.
YN mengungkapkan, informasi mengenai kondisi suaminya baru diterima dari kerabat pada Selasa malam (6/10/2026). Saat itu, NSS dikabarkan telah berada di Rumah Sakit Liun Kendage, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dalam keadaan tidak sadarkan diri.
“Saat itu suami saya sudah berada di rumah sakit dan dalam keadaan tidak sadar,” jelas YN.
Menurut YN, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan bagi keluarga karena, berdasarkan pengetahuannya, sang suami berangkat dalam keadaan sehat. Keluarga juga mempertanyakan bagaimana korban bisa dibawa ke rumah sakit oleh seseorang yang tidak mereka kenal.
Kecurigaan keluarga semakin bertambah setelah YN mengaku mendapat informasi mengenai kondisi organ dalam suaminya berdasarkan penjelasan medis yang diterimanya. Ia menyebut terdapat gangguan pada sejumlah organ, termasuk ginjal dan hati.
YN juga mengungkapkan adanya luka pada beberapa bagian tubuh korban yang disebutnya mengalami kondisi kulit melepuh. Namun, penyebab luka dan gangguan organ tersebut belum dapat dipastikan secara independen.
