Selanjutnya, kata Nelson, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gorontalo tahun 2021 mencapai 67,34 persen meningkat 0.42 poin (0,63 persen) dibandingkan capaian tahun sebelumnya (66,92).
“Secara umum jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gorontalo dalam kurun waktu 2016-2021 mengalami tren penurunan. Kemiskinan di Kabupaten Gorontalo pada tahun 2022 kembali turun 0,18, poin dari tahun 2021=17,89 persen menjadi 17,71 persen,” ungkap Nelson.
“Yang kita syukuri adalah penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang pada tahun 2020 pengangguran masih di angka 3,41 persen kemudian berhasil kita turunkan menjadi 2,12 persen di tahun 2021, dan atas kerja keras kita semua di tahun 2022 tingkat pengangguran dapat ditekan menjadi 1,83 persen,” tambahnya.
Nelson juga menjelaskan, pada tahun 2021 Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Gorontalo masing-masing predikat kurang Inovatif. Olehnya tahun 2022 melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), melaksanakan kompetisi Inovasi Daerah yang diikuti oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dari hasil kompetisi tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) mengikutsertakan inovasi pada penelitian Indeks Inovasi Daerah di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan berhasil mendapatkan nilai Indeks Inovasi Daerah 53,820 dengan Predikat “Kabupaten Inovatif”.
Terakhir Nelson pun berharap, agar usaha tersebut tidak berhenti di sini, dan setiap tahun diupayakan harus ada inovasi baru yang dilakukan kompetisi Inovasi Daerah.








