Pemilu berbiaya murah masuk akal, jika pendekatan sosio-antropologis bisa dipahami dan dijabarkan dalam konteks pemenangan. Di Gorontalo sendiri, telah banyak Caleg yang pernah terpilih dengan biaya yang murah.
Walaupun beberapa waktu lalu, sempat ada salah satu politisi yang menyatakan bahwa untuk di salah satu dapil di Indonesia, biaya untuk maju ke DPR RI membutuhkan setidaknya 40 milyar, tapi untuk kelangsungan dan keberlanjutan demokrasi Indonesia, saya masih yakin bahwa untuk menang Pemilu dan juga Pilkada tak harus dengan berbiaya tinggi, apalagi harus melakukan serangan fajar dan money politik. (*)








