“Saya tidak berwenang mencampuri penilaian seleksi ini. Semua berjalan objektif, profesional, dan sepenuhnya menjadi kewenangan tim seleksi yang bekerja independen,” tegasnya.
Kepada para peserta, ia berpesan agar memaknai seleksi tersebut sebagai momentum untuk berkembang, bukan sekadar mengejar posisi struktural.
“Lulus atau belum itu urusan nanti. Yang penting terus mengasah kemampuan dan memperbaiki kualitas diri. Kesempatan selalu datang pada orang yang siap,” tuturnya memberi motivasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi PPTP 2025, Prof. Rauf Hatu, menjelaskan bahwa seleksi tahun ini diikuti 24 pelamar untuk lima posisi jabatan tinggi pratama, masing-masing untuk BKPD, Dinas PMD, Bappeda Litbang, Asisten Administrasi Umum dan Keuangan, serta BKPSDM. Setelah verifikasi administrasi yang mengacu pada PP Nomor 15 Tahun 2019, sebanyak 20 peserta dinyatakan lulus tahap pertama.
“Tahun ini proses seleksi terhubung langsung dengan sistem BKN. Berbeda dengan 2024 yang masih manual, sekarang data tersimpan otomatis sehingga tidak dapat dimodifikasi,” kata Rauf.
Ia menjelaskan tiga tahapan utama seleksi, yaitu assessment test, penyusunan makalah, serta paparan dan wawancara yang menjadi penilaian akhir. Dari 20 peserta yang lolos administrasi, hanya lima terbaik yang nantinya akan ditetapkan sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Bone Bolango.








