Definitif.id, Kabupaten Gorontalo – Tokoh masyarakat Telaga, Abas Abdullah, membenarkan adanya dugaan pemotongan bantuan bibit jagung yang disalurkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo. Menurutnya, oknum dinas tersebut melakukan pemotongan tanpa pemberitahuan, yang akhirnya merugikan para petani.
“Saya sebagai ketua kelompok tani tidak terima adanya pemotongan ini. Awalnya saya sudah curiga karena bantuan disalurkan tanpa berita acara. Setelah saya bagikan kepada anggota, ternyata jumlahnya kurang,” jelas Abas Abdullah. Sabtu (24/08/2024)
Tindakan oknum dinas pertanian ini sangat disesalkan oleh para petani. Mereka merasa dibohongi karena bantuan yang seharusnya membantu meningkatkan pendapatan petani malah dipotong secara sepihak.
“Seharusnya petugas dinas membantu kami, bukan malah mempersulit. Kami membutuhkan bibit gratis ini untuk meningkatkan produksi pertanian, bukan untuk mengalami kecurangan seperti ini,” tambah Usman Radjak, salah satu petani yang turut menyuarakan kekecewaannya.
Sebagai bentuk protes, petani dari Kecamatan Telaga berencana menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut agar bibit yang dipotong dikembalikan. Aksi ini diharapkan menjadi tekanan bagi pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti insiden tersebut.
Abas Abdullah mendukung sepenuhnya gerakan petani ini. “Jika tidak ada respon dari pihak terkait dalam waktu dekat, masyarakat siap bergerak lebih jauh untuk memastikan hak-hak mereka dipenuhi,” tegasnya.
Menurutnya, rencana unjuk rasa yang akan dilakukan oleh petani Kec. Telaga tersebut, semata mata agar oknum dinas pertanian mengembalikan bantuan bibit yang sudah dipotong tanpa ada pemberitahuan lebih dulu.
