Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM agar manfaat ekonomi yang tercipta selama PENAS berlangsung tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
“Dengan lonjakan pendapatan ini, diharapkan sektor UMKM dapat tumbuh lebih mandiri, inovatif, dan menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gorontalo, Viktor Asliku, mengungkapkan bahwa transaksi ekonomi terbesar terjadi di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas peserta dan masyarakat selama PENAS XVII.
Data sementara menunjukkan kawasan UMKM di lingkungan Kantor Bupati Gorontalo yang diisi 41 tenant berhasil mencatat transaksi sebesar Rp55.843.000. Sementara 33 lapak kopi yang berada di depan Kantor Bupati membukukan penjualan mencapai Rp16.405.000.
Di kawasan Taman Budaya, delapan tenant kopi mencatat transaksi Rp5.700.000 dan delapan tenant UMKM lainnya menghasilkan omzet Rp13.418.500. Adapun Kampung Kuliner yang diisi 10 lapak pedagang mencatat transaksi sebesar Rp24.350.000.
Kontribusi besar juga datang dari 47 pedagang kecil yang berjualan di kawasan depan Masjid Agung dan Taman Budaya dengan total transaksi mencapai Rp65.350.000. Sementara itu, 42 tenant yang berada di taman depan Rumah Dinas Bupati membukukan transaksi Rp54.355.000.
Sejumlah lokasi lainnya turut menyumbang perputaran ekonomi yang cukup tinggi. PASMOLIM Coffee Corner dengan 15 tenant mencatat transaksi Rp7.201.000, Sky Roof dengan 14 tenant menghasilkan Rp8.300.000, Food Court Taman Depan Rumah Dinas Bupati mencapai Rp32.400.000, dan Food Court PASMOLIM mencatat Rp7.500.000.








