Sejak dibenahi lima bulan lalu, Danau Perintis kini menjadi sangat ramai. Danau yang dibangun oleh Almarhum Nani Wartabone itu kini ditambah wahana baru yaitu kapal yang terbuat dari tembaga. Kapal ini dibuat di Yogyakarta. Kapal ini memiliki panjang 8 meter.
Pembuatan kapal ini menelan biaya Rp 3 Milyar, belum termasuk biaya pengiriman dan biaya konstruksi serta dermaganya. Semuanya menggunakan APRG (Anggaran Pribadi Rachmat Gobel) dan dijadikan sebagai fasilitas publik di kawasan milik Pemda Bone Bolango.
Inspirasi pembenahan Danau Perintis beranjak dari situasi danau di Swiss, keindahan Selat Bosporus, Kapal VOC di Amsterdam, dan permainan lampu di Uzbekistan.
Adapun desain kapal tersebut terinspirasi dari film kartun tentang “Bajak Laut” produksi Disneyland. Namun jika dicermati, jenis kapal ini mirip dengan jenis kapal yang digunakan pada abad ke-16 dan abad ke-17, yaitu jenis Kapal Galeon. Hal ini misalnya bisa dilihat pada kapal milik Armada VOC maupun kapal-kapal Armada Spanyol dan Portugal pada abad tersebut maupun jenis kapal milik Kesultanan Aceh di masa Sultan Iskandar Muda.
“Perkenalan wahana baru ini, kapal ini, sengaja dilakukan pada tanggal 23 Januari karena pada tanggal ini, pada tahun 1942, rakyat Gorontalo menyatakan Proklamasi Kemerdekaan yang dilakukan oleh Bapak Nani Wartabone. Apalagi Danau ini dibuat oleh Almarhum Nani Wartabone,” katanya.
Pada perkenalan kapal tersebut, tak ada upacara khusus. Rachmat Gobel hanya menggelar pertunjukan musik dengan Grup Musik Lokal. Ia juga menyajikan makanan prasmanan untuk masyarakat yang hadir. Ia menyajikan Bubur dengan Sambal Ikan Roa, Nasi Jaha (semacam Nasi Lemang dalam bambu), Sate Tuna, dan juga Daging Bakar.







