Definitif.id Gorontalo Utara – Krisis air bersih yang melanda Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) sejak awal 2025 memaksa pihak manajemen mengambil langkah cepat demi menjamin kelangsungan layanan kesehatan. Salah satu solusi darurat yang kini diterapkan adalah pemasangan mesin pendorong air untuk mengalirkan pasokan dari jaringan utama milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM).
Kepala Subbagian Umum dan Perlengkapan RSUD ZUS, Erich Talarima, S.Kep, mengungkapkan bahwa terhentinya suplai air dari PUDAM selama beberapa bulan terakhir berdampak langsung terhadap operasional rumah sakit, khususnya layanan untuk pasien rawat inap.
“Rumah sakit sangat bergantung pada distribusi air dari PUDAM. Ketika aliran utama berhenti, kami harus segera mencari solusi agar pelayanan tidak lumpuh,” ujar Erich, Jumat (23/05/2025).
Sebagai respons cepat, RSUD ZUS berkoordinasi dengan pihak PUDAM untuk memasang mesin pendorong yang diharapkan mampu mengalirkan air dari saluran utama menuju bak penampungan induk rumah sakit.
“Proses instalasi sedang berjalan. Mesin ini jadi opsi sementara agar kebutuhan air paling mendasar tetap terpenuhi,” tambahnya.
Selain langkah darurat tersebut, RSUD ZUS juga mengandalkan dua sumber cadangan yakni sumur bor dan sumur gali, namun kapasitasnya dinilai belum mencukupi untuk melayani seluruh unit pelayanan di rumah sakit.
Rencana Jangka Panjang: Infrastruktur Mandiri Air Bersih
Menyadari bahwa krisis air ini bukan sekadar hambatan teknis, pihak RSUD ZUS tengah menyusun rencana jangka panjang berupa pembangunan sistem penyediaan air bersih mandiri. Proyek tersebut direncanakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 dan saat ini telah memasuki tahap perencanaan teknis.
