Di tempat yang sama, Idarmanto A. Ahmad selaku Ketua Panitia Kegiatan tersebut mengatakan, bahwa kegiatan itu mempunyai andil yang besar dari semua RISMA dalam merefleksikan kembali sejarah yang mungkin saja ada yang sudah lupa, bahkan belum mengetahui maksud dan tujuan kegiatan tersebut.
“Dengan harapan akan mampu memberikan gambaran keadaan kehidupan jahiliyah sebelum masuknya peradaban Islam di muka bumi. Kehidupan sosial zaman jahiliyah sangatlah buruk, di mana perbudakan menjadi hal biasa. Perbudakan dan pelacuran adalah hal yang normal, bahkan seorang anak bisa menikahi ibu tirinya. Kejadian inilah yang coba kami angkat dengan harapan agar kita sebagai umat muslim harus hijrah dari masa jahiliyah ke masa yang penuh cahaya peradaban,” tegas Idarmanto.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolsek Mootilango, Babinsa, dan juga Kades Helumo yang telah hadir beserta seluruh masyarakat Dusun Bendungan, lebih khusus untuk Jamaah Masjid Al-Muhajirin serta teman-teman RISMA atas partisipasi dan kekompakannya.
“Mohon maaf apabila dalam perayaan sederhana ini ada hal-hal yang kurang. Kami hanyalah manusia yang ingin berubah ke jalan yang lebih baik. Semoga kita semua senantiasa dalam ketaatan dan diberkahi umur yang panjang,” pungkasnya. (0N4L)








