“Jangan digunakan untuk gagah-gagahan, jangan digunakan untuk mencari musuh,” harap Ade.
Sementara itu, Ketua Umum IPSI Kota Gorontalo, Husin Ali menuturkan, open tournament pencak silat Kapolresta Gorontalo Kota Cup baru pertama kali dilaksanakan.
“Ini adalah kali pertama IPSI Kota Gorontalo melaksanakan kegiatan ini,” kata Husin.
Husin berharap ke depan ada piala bergilir. “Kapolresta Cup pertama dan semoga ada piala bergilir, mudah-mudahan tahun-tahun berikut di event Hari Bhayangkara kita akan ada event seperti ini,” harap Husin.
Dijelaskan Husin, sesuai data yang masuk, total peserta yang ikut open tournament pencak silat Kapolresta Gorontalo Kota Cup sebanyak 306 peserta.
Untuk rinciannya, ungkap Husin, perguruan seni pencak silat dari Kota Gorontalo 10 perguruan.
“Bone Bolango 4 perguruan, Boalemo 1 perguruan, Gorontalo Utara 1 perguruan, Kabupaten Gorontalo 3 perguruan, Pohuwato 1 perguruan. Jadi total satu provinsi hadir,” terang Husin.
Husin juga menuturkan, selain dari dalam Provinsi Gorontalo, ada utusan dari luar yang ikut dalam perlombaan tersebut.
“Yang tidak kalah menarik, kita ada utusan seni bela diri dari luar Provinsi Gorontalo, yakni dari Bolaang Mongondow Utara, itu ada satu perguruan. Artinya kegiatan ini bukan lagi skala provinsi tetapi sudah masuk ke skala nasional,” jelas Husin. (Rls)







