HomeNews

The End Of Golkar Gorontalo?

Oleh: Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)

Dr. Funco Tanipu., ST., M.A. (Ist)

Berbeda halnya dengan Nasdem yang terlihat bersatu padu dalam memenangkan partainya, hal itu terlihat pada kenaikan signifikan jumlah suara untuk DPR RI. Begitu halnya dengan Nasdem yang memiliki dukungan partai dan elit yang handal disertai dengan struktur pemenangan yang rapi. Nasdem yang diprediksi akan kehilangan banyak suara saat Hamim tidak lagi menjabat, malah tetap menunjukkan performa yang signifikan dengan kehadiran Merlan Uloli sebagai Bupati Bone Bolango.

Gerinda pun tetap bisa mempertahankan satu kursi di DPR RI bahkan meningkat suaranya dibanding Pemilu sebelumnya. Hal ini karena disebabkan oleh efek ekor jas dari kemenangan Prabowo di Gorontalo

Hasil Pemilu 2024 menjadi penting untuk direfleksikan oleh Partai Golkar secara internal, sebab hasil Pemilu 2024 bisa jadi menjadi cerminan keberhasilan Partai Golkar pada Pemilihan Kepala Daerah tahun ini juga. Kekalahan Golkar ini mestinya menjadi titik kebangkitan kembali bagi Golkar, bukan menjadi titik kemorosotan hingga mengalami kegagalan dalam Pilkada Gubernur dan Pilkada Bupati/Walikota.

Oleh karena itu, berkaca dari kegagalan Golkar pada Pemilu 2024, terutama setelah mengurai beberapa faktor yang menjadi dasar penurunan perolehan suara Golkar, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Golkar dalam menghadapi Pilkada tahun ini; Pertama, konfigurasi elit Golkar di tingkat Provinsi atau di DPD I perlu dilakukan restrukturisasi, hal itu terlihat dari tidak padunya struktur kepartaian dalam menopang perolehan suara Golkar ke level pusat. Kedua, jaringan kepartaian yang selama ini terbina sejak era Orde Baru menjadi penting untuk disegarkan kembali dengan cara pembinaan yang lebih terpola dengan pendekatan yang lebih segar.

Bagikan:   
Exit mobile version