Jika tidak, maka kemorosotan Golkar pada Pemilu 2024 akan terulang lagi pada Pilkada tahun ini. Perlu diingat bahwa hari ini Golkar Gorontalo hanya memiliki satu kepala daerah yang aktif, dan dua wakil kepala daerah. Di legislatif pun, perolehan suara Golkar di tingkat DPRD Provinsi hanya berbeda tipis dengan partai-partai lain seperti Nasdem, PDI P dan PPP. Di Kabupaten/Kota, Golkar tinggal tersisa tiga daerah yang menjadi Ketua DPRD yakni Pohuwato, Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, itupun kehilangan kursi wakil di Gorontalo Utara. Komposisi elit Golkar yang mulai terbatas di level pimpinan daerah dan pimpinan legislatif ini harus dijadikan bahan refleksi secara keseluruhan, sehingga frame “The End of Golkar” di Gorontalo tidak menjadi kenyataan. (*)
The End Of Golkar Gorontalo?
Oleh: Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)
