Definitif.id, Gorontalo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyuarakan keprihatinan mendalam atas merebaknya kasus depresi di kalangan anak-anak di wilayah tersebut. Fenomena ini dianggap sebagai cerminan lemahnya sistem perlindungan dan respons cepat dari instansi yang bertanggung jawab, yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo (Dinas PPA).
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo mengungkap bahwa data internal lembaga legislatif menunjukkan peningkatan pelaporan anak yang mengalami gangguan psikologis, khususnya depresi, hingga kehilangan kontak dengan keluarga. Namun demikian, mekanisme penanganan yang diharapkan seperti layanan siaga 24 jam, tim respons cepat, atau intervensi psikologis dinilai belum berjalan secara memadai. Selasa (11/11/2025)
Dinas PPA dipanggil untuk mengevaluasi kembali sistem pelaporan dan penanganan kasus anak yang bermasalah. DPRD menekankan bahwa ketika anak-anak mengalami tekanan psikologis atau kondisi sosial yang kompleks (misalnya keluarga broken home, bullying, atau isolasi sosial), maka respons dari pemerintah daerah harus cepat dan terintegrasi. Keterlambatan penanganan dinilai dapat memperparah kondisi anak, termasuk berpotensi mengarah ke tindakan yang lebih ekstrem.
Dalam rapat dengar pendapat yang digelar DPRD, wakil dari Dinas PPA diingatkan untuk tidak hanya berfokus pada aspek administratif, namun juga memperkuat praktik-lapangan seperti pemantauan rutin, kolaborasi dengan sekolah dan psikolog, serta penyuluhan kesehatan mental di tingkat desa dan kelurahan. Legislator meminta agar Dinas PPA segera menyusun peta risiko lengkap terkait anak rentan dan memperkuat layanan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.








