Definitif.id, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, hingga akhir November 2022, total sedikitnya ada sekitar 600 kasus aktif Covid-19 di Kota Pahlawan. Mayoritas bergejala ringan. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan dengan euforia berlebihan dan tetap menerapkan prokes secara ketat.
“Total ada sekitar 600-an kasus Covid-19, tetapi data terus berubah karena dari kemenkes langsung. Banyak yang terpapar itu warga dari luar kota. Makanya ini kita terus pantau perkembangannya. Mayoritas yang terpapar bergejala, sehingga cukup isoman di rumah,” kata wali kota, Minggu (27/11).
“Sedangkan dalam menghadapi Covid-19 ini hanya satu, yakni vaksin booster itu dibanterno (dimasifkan). Hari ini, prokes dan booster dimasifkan, biar tidak ada Covid-19. Jadi, kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan euforia berlebihan dengan selalu menerapkan prokes,” sambung dia.
Eri menjelaskan bahwa pasokan kiriman vaksin booster memiliki jenis yang beragam. Setiap pasokan vaksin tersebut datang, maka Pemkot Surabaya akan langsung mengalokasikan kepada masyarakat melalui puskesmas, fasyankes, hingga gerai vaksin.
“Kita dikirim, macam-macam jenis. Belum satu jenis, pokoknya yang dikirim apa akan langsung disikat. Insya Allah kita bergerak dengan kecepatan lagi, apalagi lansia sudah diperbolehkan booster kedua,” jelas dia.
Kendati demikian untuk angka kasus aktif Covid-19 di Kota Surabaya, Wali Kota Eri mengaku terjadi kenaikan dan penurunan secara berkala. Kasus aktif Covid-19 tersebut didominasi oleh pasien dengan gejala ringan, yang kemudian dilakukan penanganan isolasi mandiri (isoman) di rumah dengan dilakukan pemantauan oleh puskesmas setempat.








