HomeNews

Amnesia Kepahlawanan

Dr. Funco Tanipu., ST., M.A. (Ist)

Bangsa ini bisa jadi akan kehilangan arah jika amnesia kepahlawanan ini menjadi kolektif. Pengorbanan dan kecintaan pada bangsa dan negara akan kehilangan ruh. Jika ini berlangsung lama dan menjadi kolektif, maka bisa dipastikan bangsa ini di masa depan akan tekuk lutut pada sejarah-sejarah yang instan, dan berlogika pendek (ekonomi-politik).

Pahlawan; Bukan “Aku”, Tapi “Kita”

Saat ini, lebih banyak yang mengagumi pahlawan hasil kreasi “salon politik” dibanding pahlawan yang sebenarnya. Sebab, pahlawan hasil kreasi “salon” adalah “pahlawan” yang minta dihargai jika bekerja, dan itu harus merujuk pada dirinya. Padahal, tindakan kepahlawanan adalah berkerja untuk sesama tanpa minta dihargai. Di dalam tindak kepahlawanan tak ada aku. Yang ada kita.

Mereka yang ditakdirkan menjadi Pahlawan adalah yang telah melakukan pengorbanan atas nama cinta, baik itu ke tanah air dan Tuhannya. Tidak ada lagi “aku” dalam diri mereka. Mereka telah membuktikan pengorbanan itu baik dengan air mata, harta dan darah. Kita hanyalah penikmat hasil pengorbanan mereka. Semoga kita dapat diberikan kesempatan untuk bersyukur atas pengorbanan mereka, dan hingga akhirnya kita pula dapat berkorban seperti mereka.

Al Fatihah untuk seluruh Pahlawan yang tercatat dan tidak tercatat. (*)

Bagikan:   
Exit mobile version