Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Diduga Bansos Desa Tanjung Karang Dihutangkan Oknum Aparat

Ilustrasi Foto. (matakamera.net)

“Maka dari itu, adapun yang saya lakukan itu bukan diatur dengan juknis, melainkan saya lakukan atas dasar saya penjual beras. Karena di juknis itu penyalur tidak dilibatkan lagi. Dan Nanti saya akan share ke bapak juga juknisnya yang saya dapatkan dari pendamping. Dan adapun nominal yg mereka belanjakan itu hanya nilai bantuan BPNT saja, dan untuk PKH dan BLT BBM itu mereka belanjakan sesuai kebutuhannya,” tambahnya.

Lebih lanjut dirinya menyebutkan, di Desa Huidu Melito, KPM belanja di warung Kades Huidu Melito.

“Bahkan di Desa Huidu Melito KPM lain belanjanya di warungnya Kades Huidu Melito. itu karena di dalam penyaluran oleh Pos tidak menyebutkan penyalur lagi, melainkan KPM berhak belanja di mana saja yang mereka inginkan. Untuk Desa Tanjung Karang, KPM so ba hutang pa saya pak. Saya tidak mo layani, salah-salah karena uang belum saya terima. Namun lantaran mereka butuh, maka saya pun layani mereka,” ungkapnya.

Terakhir Elisnawati mengaku, dirinya tidak memaksa KPM untuk berhutang sembako.

“Dan saya tidak paksa KPM, karena saya pe barang ini adalah dagangan harian. Bahkan, selain selama ini saya jual dan melayani orang mau hutang beras bayar per bulan. Makanya, saya sudah terbiasa dengan orang yang hutang beras,” tutupnya. (Gus)

Bagikan: