Senada disampaikan oleh Inthy Sriani, Sub Koordinator Kefarmasian Dinkes Kabupaten Bulukumba. Ia menyebut, hal tersebut merupakan bentuk pengawasan pre market, yang artinya pemeriksaan yang dilakukan terhadap sarana produksi pangan, untuk memastikan apakah sudah dilakukan berdasarkan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB)
“Tadi itu namanya pengawasan pre market artinya pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinkes terhadap sarana produksi pangan. Apakah dilakukan berdasarkan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) atau tidak,” ujar Inthy Ariani.
Lanjut kata dia, ada 14 elemen yang harus dilihat dari produksi pangan, dan yang terpenting kata dia adalah lingkungan produksi, higiene, dan pelabelan pangan.

“Ada 14 elemen yang harus dilihat, tapi yang paling penting itu lingkungan produksi,Higene dan pelabelan pangan,” ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Owner Pabbalu’ Beppa menuturkan, dirinya mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada pihak Dinkes kabupaten Bulukumba, permohonan penerbitan SPP-IRT yang diajukan mendapatkan respon, dan menunggu langkah selanjutnya.
“Iye Alhamdulillah bersyukur sekalika kodong, permohonan penerbitan SPP-IRT yang saya ajukan untuk usahaku dapat respon dari Dinkes, hari ini adami berkunjung di rumah, terima kasih banyak, langkah selanjutnya mami ini di tunggu,” tuturnya, dengan dialek khas Bulukumba.








