Definitif.id, Gorontalo Utara – Peristiwa longsor yang menelan tiga korban jiwa di lokasi tambang tradisional Kecamatan Anggrek mendapat perhatian serius dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Hendra Nurdin. Ia menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan serta pentingnya langkah preventif dari pemerintah.
“Harusnya puskesmas terdekat siap siaga ketika sudah ada korban jiwa,” kata Hendra Nurdin, Senin (21/07/2025).
Menurutnya, bencana memang takdir, tetapi negara tidak boleh abai dalam penanganan darurat. Ia menyesalkan minimnya respons cepat, termasuk tidak digunakannya ambulans untuk mengevakuasi korban.
“Harusnya ada langkah preventif yang dilakukan, kasihan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Hendra menilai aspek keselamatan kerja di tambang tradisional masih terabaikan. Ia mendorong adanya sosialisasi intensif kepada para penambang mengenai pentingnya standar keselamatan.
“Keselamatan kerja merupakan aspek utama, sehingga perlu didorong sosialisasi kepada para penambang terkait dengan safety,” ujarnya.
Lebih lanjut, politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menutup mata terhadap legalitas dan pengawasan aktivitas pertambangan rakyat. Ia menilai pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) bisa menjadi solusi.
“Akan jauh lebih baik, lebih aman, dan terkontrol apabila sesuatu yang ilegal ini dapat diarahkan pemerintah menjadi WPR,” jelas Hendra.
Ia pun berharap musibah ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem penataan tambang rakyat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
