Lanjut kata Muliani, pria yang mengaku sales tersebut kembali menawarkan empat box obat-obatan dengan harga Rp 400.000 per box, dengan iming-iming Muliani dapat pinjaman lemari pendingin untuk disimpan di toko miliknya, dan obat tersebut jika tidak laku maka bisa ditukar kembali secara bertahap dengan produk minuman yang disukainya seharga obat tersebut.
Muliani mengungkapkan, awalnya dirinya hanya ingin membeli satu box saja karena merasa kasihan dengan pria tersebut. Namun, dirinya terlanjur terpengaruh dengan kemudahan yang ditawarkan. Dirinya juga merasa dihipnotis oleh pria tersebut.
“Berlaku baik ki kodong sama sales karna mauki berlangganan, kayak dihipnotiska, sedikit sadar ja bilang ditipu kapang (mungkin) tapi tetap ja lanjut, dia bilang ke saya kalau tidak laku, setiap dia datang di toko, obat itu bisa ditukar kembali dengan produk minuman yang kita mau,” ungkapnya.
Muliani yang dalam kondisi telah terpengaruh, dan ditambah dengan dukungan suaminya, kata dia, akhirnya membeli empat box obat-obatan yang ditawarkan pria tersebut dengan harga Rp 1.200.000.
Ia pun segera mengambil uang cash sebanyak Rp 200.000 rupiah, kemudian diserahkan ke oknum yang mengaku sales tersebut. Selebihnya, dirinya membayarnya dengan via transfer sebanyak Rp 1.000.000.
“Awalnya toh, satuji mau kubeli dengan harga empat ratus ribu rupiah, tapi suamiku na dukung tong ja ambil empat jadi ambilma empat, saat itu uang cash ku dua ratus ribu ji, jadi selebihnya ku transferkan ki, masih adaki di toko itu orang na ku transfer Ki,” kata Muliani.








