Definitif.id, Gorontalo – Ketua DPW Partai Nasdem Gorontalo, DR. H. Rachmat Gobel, mengatakan, untuk menghapus kemiskinan bukan dengan sembako, bansos, bantuan langsung tunai, maupun mea-mea alias money politics. Tapi dengan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha. “Saya bercita-cita menghapus sakit popoji masyarakat Gorontalo,” ucapnya. Minggu (04/02/2024)
Hal itu ia sampaikan saat berkampanye di Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru, dan Desa Isimu Utara, Kecamatan Tibawa. Keduanya di Kabupaten Gorontalo. Setiap berpidato, Gobel bertanya, “Semuanya sehat?” Mereka menjawab, “Sehat!” Tapi kemudian mereka melanjutkan, “Yang sakit popoji”. Popoji adalah Bahasa Gorontalo, yang berarti saku atau kantong.
Sejak berdiri tahun 2000 hingga kini, Provinsi Gorontalo selalu berada di peringkat kelima sebagai Provinsi termiskin di Indonesia. Kenaikan APBD dan bantuan APBN dari Pemerintah Pusat serta gonta-ganti Gubernur tak banyak membuat perubahan signifikan. Masyarakat tetap hidup miskin. “Ini karena tidak ada pemihakan berarti dari Pemerintah Provinsi dalam menyusun anggaran. Tak ada pemihakan kepada pertanian, kelautan, UMKM, dan pendidikan,” ujar Rachmat Gobel.
Lebih lanjut ia mengatakan, melalui pemihakan kepada pertanian maka pemerintah bisa membangun mekanisme sehingga petani bisa mendapatkan bibit dan pupuk berkualitas serta teknik mengolah tanah yang lebih baik. Dengan demikian, katanya, produktivitas pertanian menjadi meningkat. “Dengan cara itu, pendapatan petani meningkat. Sehingga petani bisa menabung dan menaikkan tingkat kesejahteraannya. Hal serupa juga bisa dilakukan di sektor perikanan dan kelautan. Jadi bukan dengan bansos dan semacamnya,” tambahnya lagi.







