Definitif.id, Sangihe – O alias Ontet, salah satu pihak yang disebut berkaitan dengan rangkaian peristiwa sebelum meninggalnya NSS, akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan keterlibatannya sebatas memenuhi permintaan B alias Bubung untuk menjemput korban.
Pernyataan tersebut disampaikan Ontet saat ditemui di kediamannya, Sabtu (24/10/2026). Ia membantah mengetahui urusan lain di balik perjalanan NSS maupun persoalan yang berujung pada kematian pria asal Kelurahan Towoe tersebut.
“Dalam persoalan ini saya hanya dimintai tolong oleh Bubung untuk menjemput NSS. Hanya itu, tidak ada yang lain,” tegas Ontet.
Terkait dugaan muatan yang dibawa perahu pamboat dalam perjalanan tersebut, Ontet mengaku tidak mengetahui apa yang sebenarnya diangkut. Ia menegaskan bahwa permintaan yang diterimanya hanya berkaitan dengan penjemputan korban.
Namun, dari keterangan Ontet, muncul sejumlah informasi lain yang turut menjadi perhatian dalam penelusuran kasus kematian NSS. Ia mengakui mengenal sejumlah pihak yang disebut dalam informasi terkait perkara tersebut, termasuk seorang oknum anggota dan oknum pegawai Bank swasta Cabang Tahuna.
Ontet menjelaskan, hubungan mereka berkaitan dengan aktivitas jual beli minuman. Ia juga mengungkapkan bahwa mereka beberapa kali bertemu dan minum bersama.
“Iya, saya kenal, karena ada hubungan terkait jual beli minuman,” terangnya.
Ketika ditanya mengenai pertemuan antara oknum anggota dan pegawai bank tersebut, Ontet membenarkan bahwa keduanya pernah bertemu dan minum bersama. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui sejauh mana hubungan di antara mereka.
“Kalau ketemu dan minum iya, namun seberapa jauh hubungan mereka itu saya tidak ketahui,” jelasnya.
Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan apakah hubungan sosial maupun aktivitas perdagangan yang disebutkan memiliki keterkaitan dengan peristiwa kematian NSS. Hingga kini, belum ada bukti terverifikasi yang menunjukkan bahwa pertemuan tersebut berhubungan dengan penyebab kematian korban.
Pernah Menggeluti Bisnis Sianida
Hal lain yang diungkapkan Ontet adalah pengakuannya bahwa dirinya pernah menggeluti bisnis sianida. Namun, ia menyatakan sudah tidak menjalankan aktivitas tersebut karena harga barang yang dinilainya mahal dan jumlah pembeli di wilayah setempat berkurang.
“Tapi sekarang tidak lagi, selain mahal, kurang pembeli di sini,” pungkasnya.
Pengakuan tersebut menambah informasi yang perlu didalami, terutama di tengah munculnya dugaan mengenai muatan CN atau sianida dalam rangkaian perjalanan yang disebut berkaitan dengan NSS. Meski demikian, pengakuan pernah menjalankan bisnis sianida tidak dengan sendirinya membuktikan adanya keterlibatan Ontet dalam dugaan muatan perahu maupun kematian korban.
Kematian NSS Masih Menyisakan Pertanyaan
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, NSS meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSU Liun Kendage Tahuna pada 11 Oktober 2026. Keluarga sebelumnya mempertanyakan kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka pada tubuhnya.
Keluarga juga meminta kepolisian mengungkap secara menyeluruh perjalanan korban, pihak-pihak yang berhubungan dengannya, serta penyebab pasti kematiannya.
Dengan munculnya keterangan Ontet, sejumlah pertanyaan masih membutuhkan jawaban, mulai dari kronologi penjemputan NSS, pihak yang mengetahui perjalanan korban, hingga kebenaran informasi mengenai dugaan muatan CN.
Keterangan seluruh pihak yang terkait perlu diuji melalui proses penyelidikan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan juga diperlukan agar persoalan ini tidak berkembang hanya berdasarkan dugaan atau keterangan sepihak.
Hingga berita ini disusun, keterangan Ontet merupakan penjelasan dari pihak yang bersangkutan. Penyebab kematian NSS, jenis muatan yang dibawa perahu, serta kemungkinan keterkaitan pihak lain masih membutuhkan kepastian melalui penyelidikan aparat penegak hukum.








